Implementation Virtual Reality-Assisted Rehabilitation in an Older Adult with Lung Adenocarsinoma: A Case Report

Marcela Wirjanata¹, Fidya Ainun Tikha¹, Hanifa Yusmizahrah1, Natasya Azzahra2, Najmi Al Faris2,Jonathan Eldi Setio2 ,Satyanaya Widyaningrum1, Melinda Harini1

1Department of Physical Medicine and Rehabilitation, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia – Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia

2Biomedical Engineering Study Program, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

Corresponding author  : Melinda Harini | Jl. Diponegoro no.71, Senen District, Central Jakarta, Jakarta Provence, Indonesia | melindaharini@gmail.com, ORCID : 0000-0001-6301-7158

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Virtual Reality (VR) di bidang kesehatan digunakan dalam proses rehabilitasi, khususnya bagi lanjut usia (lansia). Teknologi VR mendorong  partisipasi pasien dan berperan sebagai terapi ajuvan dengan luaran yang menjanjikan. Laporan kasus ini mengevaluasi tingkat penerimaan pasien lansia terhadap program latihan VR di rawat inap serta menilai perubahan klinis, kapasitas fungsional, derajat kerapuhan, kualitas hidup, dan risiko sarkopenia pada pasien lansia.

Ilustrasi Kasus: Laki-laki, 62 tahun, dengan adenokarsinoma paru menjalani program latihan mobilisasi dini menggunakan game VR Daily Activity for Ageing & Dementia (VRAGMENT) berbasis VR. Intervensi dilakukan sebanyak 5 sesi. Durasi rata-rata 175,8 detik tiap sesi. Pada sesi awal menggunakan VR, pasien mengalami hambatan penyesuaian visual dan koordinasi gerakan. Terdapat perbaikan nilai SARC-F menurun 1 poin, peningkatan nilai Indeks Barthel 4 poin, serta FI-40 menurun 0.1375, serta EQ-5D-5L dari 43334 menjadi 22212. Hasil penilaian menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), pasien memperoleh pengalaman positif saat bermain VR; pasien menganggap VR  menyenangkan, bermanfaat dan mudah dipelajari; dan tidak ditemukan keluhan klinis selama bermain VR.

Kesimpulan: Penggunaan teknologi VR merupakan inovasi medis sebagai terapi ajuvan pada pasien lansia yang menjalani rawat inap dengan luaran yang baik, meliputi peningkatan fungsional, kualitas hidup, penurunan nilai kerapuhan dan risiko sarcopenia pada pasien. Dampak positif permainan VR pada lansia cukup menjanjikan, walaupun terdapat tantangan yang besar dalam pengenalan teknologi baru tersebut.

Kata kunci: Virtual reality; lansia; rawat inap; rehabilitasi; kerapuhan

Published: 2026-11-05