DURASI PERLINDUNGAN TPT ISONIAZID 6 BULAN PADA PASIEN HIV SEBAGAI DASAR PEMBERIAN ULANG TPT: LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI

Gita Euaggelion Tarigan1, Gurmeet Singh2

1Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
2 Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Korespondensi:
Gita Euaggelion Tarigan
Email: gitaeuaggelion@gmail.com
No. Telp: 081219370224

Abstrak

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien HIV. Isoniazid preventive therapy (IPT) selama 6 bulan terbukti efektif menurunkan risiko TB, namun durasi perlindungan setelah terapi selesai masih belum jelas.
Metode: Penulisan ini merupakan evidence-based case report (EBCR). Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Cochrane, dan Scopus menggunakan kata kunci terkait HIV, IPT 6 bulan, dan durasi perlindungan TB. Artikel yang dipilih meliputi studi kohort, systematic review, dan meta-analysis terkait insidensi TB setelah penyelesaian IPT pada pasien HIV. Telaah kritis dilakukan menggunakan pendekatan Centre for Evidence-Based Medicine (CEBM).
Hasil: Tiga studi kohort memenuhi kriteria eligibilitas. Seluruh studi menunjukkan bahwa IPT 6 bulan menurunkan insidensi TB aktif, terutama pada tahun pertama setelah terapi selesai. Efek proteksi dapat bertahan hingga 1–3 tahun, namun cenderung menurun seiring waktu, terutama pada pasien dengan paparan TB berkelanjutan dan status imun yang belum optimal. Penurunan insidensi TB paling jelas ditemukan pada pasien dengan kepatuhan ART yang baik dan penyelesaian IPT yang lengkap.
Kesimpulan: IPT 6 bulan efektif menurunkan risiko TB pada pasien HIV, namun perlindungannya tidak bersifat permanen. Pada pasien dengan risiko paparan TB yang tinggi dan berkelanjutan, pemberian ulang TPT dapat dipertimbangkan setelah TB aktif disingkirkan secara adekuat.

Kata kunci: HIV, tuberkulosis, IPT, isoniazid, terapi preventif

Published: 2026-06-03