Korelasi Single Breath Count Test dengan Ketahanan Otot Inspirasi

Ivena1, Melinda Harini1, Peggy1, Dewi Friska2

1Departemen Rehabilitasi Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia 2Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia

*email: ivenayuanda93@gmail.com

 

Abstrak

Penurunan ketahanan otot inspirasi merupakan hal yang sering dialami oleh lansia dan menyebabkan adanya penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas akibat mudah merasa lelah, sehingga dapat menyebabkan pasien lebih rentan untuk terkena penyakit dan mengalami disabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi potong lintang pada bulan Juli 2024-Juni 2025. Pasien akan dilakukan pengukuran ekspansi thoraks, selanjutnya akan dimasukkan ke dalam rumus MIP, sesuai rumus Moeliono, et al. Ketahanan otot inspirasi akan diuji dengan 10 RM IMT (resistensi di setting 10% dari MIP pasien) dan dinaikkan 2 cmH2O tiap menit. Peneliti akan mengevaluasi hasil dengan membandingkan durasi uji SBCT dengan hasil uji ketahanan otot inspirasi dengan 10 RM IMT. Subjek penelitian yang didominansi oleh jenis kelamin perempuan (70,15%), dengan tingkat pendidikan terbanyak pada SMA, n=29 (43,3%). Komorbid terbanyak berupa hipertensi 22 (32,8%). Ekspansi thoraks didapatkan dengan rerata 3 cm. Nilai MIP pada penelitian ini, didapatkan dengan rerata 68,9 cmH2O (67,9-71,9), dengan rerata pria (n=20) sebesar 70,054 cmH2O dan wanita (n=47) sebesar 68,83 cmH2O. Nilai % MIP memiliki nilai 45% (dengan rerata pada pria 40,61 % dan wanita 46,95%). Didapatkan adanya korelasi positif kuat antara SBCT dengan ketahanan otot inspirasi yang diukur melalui IMT, dengan r = 0,741 pada populasi lansia mandiri di komunitas lansia sehat di Gereja Katolik Hati Kudus Kramat.

Kata kunci: ekspansi thoraks, IMT, ketahanan otot inspirasi, lansia

Published: 2026-05-25