ASSOCIATION BETWEEN TIME OF INITIATING EMPIRICAL ANTIBIOTIC AND OUTCOMES IN PATIENTS WITH COMMUNITY-ACQUIRED PNEUMONIA
I Gede Ketut Sajinadiyasa*2, Yogi Haditya1, I Ketut Agus Somia2
1Specialist Medical Education Program in Internal Medicine, Faculty of Medicine, Udayana University/RS Ngoerah General Hospital, Denpasar, Bali, Indonesia
2Internal Medicine Departement, Medical Faculty of Udayana University/Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah General Hospital, Denpasar, Bali, Indonesia
*Correspondence email: 085237068670/sajinadiyasa@unud.ac.id
ABSTRAKLatar Belakang: Pneumonia yang didapat di komunitas (CAP) tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, dengan beban yang signifikan di Indonesia. Inisiasi antibiotik empiris dini dianggap penting dalam meningkatkan hasil, namun bukti yang ada masih belum konsisten dan data lokal masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara waktu inisiasi antibiotik empiris dan hasil klinis, khususnya mortalitas dan lama rawat inap, pada pasien CAP di RS Ngoerah, Denpasar.
Metode: Sebuah studi observasional prospektif dilakukan pada pasien rawat inap dewasa dengan CAP antara Januari dan Juni 2024. Pasien dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan waktu inisiasi antibiotik: ≤4 jam dan >4 jam setelah masuk rumah sakit. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, regresi logistik, dan regresi linier untuk menyesuaikan faktor perancu, termasuk usia, jenis kelamin, komorbiditas, dan tingkat keparahan penyakit.
Hasil: Sebanyak 235 pasien diikutsertakan. Pemberian antibiotik dini (≤4 jam) secara signifikan mengurangi angka kematian 30 hari dibandingkan dengan pemberian yang terlambat (>4 jam) (OR yang disesuaikan 4,97; 95% CI 1,50–16,47; p<0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik yang diamati pada lama rawat inap (median 5 vs 5 hari; p=0,95). Lama rawat inap lebih dipengaruhi oleh komorbiditas dan antibiotik yang digunakan.
Kesimpulan: Pemberian antibiotik empiris lebih dari 4 jam dikaitkan dengan peningkatan angka kematian pada pasien CAP, meskipun tidak secara signifikan memengaruhi lama rawat inap. Temuan ini menyoroti pentingnya pemberian antibiotik tepat waktu untuk meningkatkan hasil klinis pada CAP.
Kata kunci: pneumonia komunitas, antibiotik, waktu pemberian, angka kematian, lama rawat inap
