Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi pada pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Tatalaksananya

Shatri H1, Pangestu A2, Jeger DP1, Irvianita V1, Faisal E1, Putranto R1

1Divisi Psikosomatik dan Paliatif, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo

2Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo

Correspondence:

Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia –

RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia. Jln. Diponegoro No. 70. Jakarta, Indonesia.

Email : andhika.pangestu@ui.ac.id, pangestudhika27@gmail.com

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) is anupper airway obstruction that causes periods of breathing cessation. OSA is a sleep disorder breathing syndrome that can have long-term effects such as metabolic dysfunction, insulin resistance, and, if further progresses, can cause microvascular and macrovascular complications that can increase morbidity and mortality rates. The multifactorial causes of depression in OSA patients are influenced by internal and external factors. The management approach for depressive disorders in OSA patients involves a multidisciplinary team and a combination of pharmacological and non-pharmacological management approaches, as well as the management of comorbid conditions in patients.

 

Keywords: Obstructive Sleep Apnea, sleep disorder breathing syndrome

 

Abstrak : Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan suatu obstruksi jalan nafas atas yang menyebabkan periode nafas berhenti. OSA sebagai sleep disorder breathing syndrome yang dapat memiliki efek jangka panjang seperti disfungsi metabolik, resistensi insulin dan bila lebih lanjut dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Multifaktorial penyebab depresi pada pasien OSA dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pendekatan tatalaksana gangguan depresi pada pasien OSA melibatkan tim multidisiplin dan pendekatan tatalaksana medikamentosa dan non-medikamentosa serta tatalaksana komorbid pada pasien.

Kata Kunci : Sindrom Gangguan Pernapasan Saat Tidur; Sindrom Apnea Obstruktif Saat Tidur

PDF

Published: 2025-12-05