EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TERAPI BESI INTRAVENA BERSAMA TRANSFUSI DARAH PADA PASIEN ANEMIA AKIBAT DEFISIENSI BESI

 

Farell Omar Dwipayana, Gurmeet Singh

 

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

 ABSTRAK

Latar Belakang: Anemia defisiensi besi sering memerlukan stabilisasi cepat dengan transfusi packed red cells (PRC), namun transfusi tidak mengatasi defisit besi. Besi intravena berpotensi mempercepat normalisasi hemoglobin.

Tujuan: Menilai efektivitas dari penambahan besi IV bersamaan dengan transfusi dibandingkan transfusi saja pada pasien dewasa dengan ADB.

Metode: Pencarian literatur dilakukan di 3 database (PubMed, Cochrane, Scopus). Kriteria yang digunakan adalah pasien dewasa, ADB, intervensi kombinasi (PRC+besi IV) vs PRC saja, dengan luaran utama peningkatan kadar Hb. Karena tidak ditemukan uji langsung/tinjauan sistematis mengenai terapi kombinasi vs PRC, sintesis data menggunakan bukti tidak langsung dengan telaah kritis terhadap tinjauan sistematis perbandingan besi IV vs PRC pada populasi ADB.

Hasil: Bukti tidak langsung menunjukkan PRC memberi kenaikan Hb lebih cepat, sedangkan besi IV unggul dalam pemulihan Hb pada 3–12 minggu, dan berpotensi mencegah anemia berulang dan menurunkan kebutuhan transfusi. Namun, heterogenitas populasi (perioperatif, postpartum, fraktur panggul, hamil) tinggi dan meta-analisis gabungan tidak dapat dilakukan.

Kesimpulan: Pada pasien dewasa ADB yang memerlukan stabilisasi cepat, strategi kombinasi PRC+besi IV direkomendasikan untuk mendapatkan stabilisasi segera sekaligus pemulihan Hb berkelanjutan. Namun, rekomendasi ini berbasis bukti tidak langsung, uji acak terkontrol masih diperlukan.

 

Kata Kunci: anemia defisiensi besi, transfusi PRC, besi intravena

PDF

Published: 2026-01-05