Profil Tuberkulosis Ekstra Paru Di RS Ngoerah
I Gede Ketut Sajinadiyasa1, Gede Dilajaya Robin2, Ni Made Dewi Dian Sukmawati3
1Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RS Ngoerah, Denpasar, Bali, Indonesia
2Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RS Ngoerah, Denpasar, Bali, Indonesia.
3Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RS Ngoerah, Denpasar, Bali, Indonesia
Korespondensi: I Gede Ketut Sajinadiyasa/085237068670/ sajinadiyasa@unud.ac.id
ABSTRAK
Latar belakang: Tuberkulosis sangat menular, ditularkan dari manusia ke manusia melalui udara sewaktu berbicara, batuk, bersin, dan lain - lain. Dari WHO secara global pada tahun 2022, 7,5 juta orang ditemukan dengan kasus baru yang didiagnosis tuberkulosis, 83% di antaranya dengan TB paru dan 17% dengan TB paru ekstra. Daerah dengan jumlah kasus TB paru ekstra tertinggi adalah Mediterania Timur (22%) dan Asia Tenggara (21%).
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional, untuk menentukan ikhtisar tuberkulosis ekstrapulmonary. Subjek penelitian adalah pasien TB yang tercatat di Poliklinik TB RS Ngoerah Denpasar pada 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan pengambilan sampel total.
Hasil: Dari penelitian ini, ditemukan bahwa lebih sedikit orang yang didiagnosis menderita TB paru ekstra daripada TB non-ekstra-paru. Sebanyak 62 orang (43,4%) didiagnosis menderita TB paru ekstra dan 81 orang (56,6%) tidak didiagnosis menderita TB paru ekstra. Jenis TB ekstra paru yang paling umum adalah TB yang disebarkan (32,7%). Angka kematian juga tertinggi dalam penyebaran TB (15,4%).
Kesimpulan: Dari penelitian ini, lebih banyak kasus ditemukan pada pria, usia < 60 tahun, dan dengan TB yang disebarkan. Dari tingkat kematian TB ekstrapulmonary, lebih banyak kasus TB ekstrapulmonary yang meninggal adalah laki-laki, berusia <60 tahun dan dengan penyebaran TB. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, karena penelitian ini hanya menjelaskan karakteristik data dalam bentuk deskriptif, tanpa menjelaskan hubungan antara faktor-faktor ini sehubungan dengan risiko kematian akibat TB paru ekstra.
Kata kunci: tuberkulosis paru ekstra, kematian, jenis
