Uji Diagnostik Lipoarabinomannan Urin untuk Deteksi Mycobacterium tuberculosis pada Pasien Dengan dan Tanpa Infeksi HIV

Dean Handimulya Djumaryo1, Gurmeet Singh2, I Puta Eka Krisnha Wijaya2, Andriana Kirana Puspa1

1Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta

2Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta

ABSTRAK

Latar belakang

Uji diagnostik tuberkulosis (TB) sebagian besar masih bergantung pada sampel sputum yang sulit diperoleh pada anak-anak, pasien dengan TB ekstrapulmoner, serta orang dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHA). Komponen utama dinding sel Mycobacterium tuberculosis (Mtb), yaitu lipoarabinomannan (LAM) yang berperan sebagai faktor virulensi dan dapat masuk ke sirkulasi darah. Karena ukuran molekulnya yang kecil, LAM dapat difiltrasi oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin. Deteksi LAM urin menawarkan pendekatan non invasif yang mudah dilakukan, sehingga berpotensi menjadi point of care testing (POCT) untuk diagnosis TB, terutama pada populasi dengan kesulitan pengambilan sputum atau status imunokompromais seperti ODHA.

Metode

Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang dilakukan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo pada 96 subjek dengan dugaan tuberkulosis (TB), baik dengan maupun tanpa infeksi Human Deficiency Virus (HIV). Sampel urin diperiksa menggunakan Abbott Determineä TB LAM Ag, suatu uji imunokromatografi untuk deteksi antigen LAM. Hasil pemeriksaan dibandingkan dengan  composite reference standard, yaitu hasil positif dari salah satu pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR), pulasan batang tahan asam (BTA), atau kultur BTA. Uji normalitas data numerik dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan disajikan dalam bentuk nilai tengah (nilai terendah-tertinggi). Data kategorik disajikan dalam bentuk frekuensi absolut (n) dan persentase (%). Performa diagnostik uji LAM dinilai berdasarkan sensitivitas, spesifitas, nilai prediktif, dan akurasi.

Hasil

Dari 96 subjek penelitian, sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (NPP), dan nilai prediktif negatif (NPN) uji LAM urin terhadap hasil pemeriksaan bakteriologis TB berturut-turut adalah 51%, 68%, 46%, dan 73%. Pada 33 subjek dengan infeksi HIV, nilai sensitivitas, spesisifitas, NPP dan NPN masing-masing adalah 54%, 59%, 40%, dan 72%. Sedangkan pada 63 subjek tanpa infeksi HIV, sensitivitas dan NPP masing-masing sebesar 50%, serta spesifisitas dan NPN sebesar 73%. Uji LAM urin menunjukkan performa diagnostik sedang, dengan sensitivitas sedikit lebih tinggi pada pasien dengan HIV dibandingkan tanpa HIV.

Kesimpulan

Pemeriksaan LAM urin merupakan metode yang cepat dan sederhana untuk membantu diagnosis tuberkulosis. Uji ini menunjukkan performa diagnostik sedang, dengan sensitivitas yang lebih tinggi pada pasien dengan infeksi HIV dibandingkan tanpa HIV, sehingga lebih bermanfaat sebagai alat bantu diagnosis pada populasi tersebut.

Kata kunci: Human Immunodeficiency Virus, Lipoarabinomannan, Tuberkulosis, Point of care testing, Urin

PDF

Published: 2026-01-05